Apa Kabar Salatiga – Sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Salatiga dilaporkan berhenti beroperasi sejak 15 Desember 2025. Penghentian operasional ini memunculkan kekhawatiran terkait keberlanjutan layanan pemenuhan gizi, khususnya bagi kelompok sasaran yang selama ini bergantung pada program tersebut.
SPPG diketahui memiliki peran penting dalam mendukung program peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Penghentian Operasional Sejak Pertengahan Desember
Informasi yang dihimpun menyebutkan, empat SPPG tersebut menghentikan aktivitas pelayanan secara bersamaan sejak pertengahan Desember. Sejak saat itu, distribusi layanan gizi di wilayah kerja masing-masing tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.
Penghentian ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan gizi, terutama menjelang akhir tahun yang kerap diwarnai kerentanan ekonomi dan kesehatan.
Diduga Terkendala Anggaran dan Teknis
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa kendala anggaran operasional serta persoalan teknis menjadi faktor utama terhentinya operasional SPPG. Biaya bahan pangan, operasional dapur, hingga honor tenaga pendukung disebut belum dapat terpenuhi secara optimal.
Selain itu, koordinasi antarinstansi terkait juga diduga belum berjalan maksimal, sehingga berdampak pada kelangsungan layanan di lapangan.

Baca juga: Hadapi Kemacetan Libur Nataru, One Way Lokal Diterapkan di Exit Tol Salatiga
Dampak Terhadap Penerima Manfaat
Berhentinya operasional empat SPPG ini berdampak langsung pada penerima manfaat, terutama keluarga kurang mampu yang selama ini mengandalkan layanan pemenuhan gizi dari pemerintah. Beberapa warga mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian anak-anak mereka sejak layanan dihentikan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat berpengaruh pada upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang selama ini menjadi fokus pemerintah.
Pemkot Salatiga Diminta Ambil Langkah Cepat
Sejumlah pihak mendorong Pemerintah Kota Salatiga untuk segera mengambil langkah cepat dan solutif agar layanan SPPG dapat kembali berjalan. Kejelasan terkait status operasional, pendanaan, serta skema keberlanjutan program dinilai sangat dibutuhkan.
Pengamat kebijakan publik menilai, keberlangsungan SPPG harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan hak dasar masyarakat terhadap pemenuhan gizi.
Menunggu Kepastian Kelanjutan Program
Hingga kini, masyarakat dan para penerima manfaat masih menunggu kepastian mengenai kapan empat SPPG tersebut akan kembali beroperasi. Diharapkan, evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan agar hambatan yang ada tidak berlarut-larut.
Ke depan, penguatan tata kelola, pendanaan berkelanjutan, serta koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar layanan SPPG di Salatiga dapat berjalan stabil dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.






