Apa Kabar Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga mengambil langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan menambah dan memperbarui rambu lalu lintas di sejumlah titik rawan kecelakaan. Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya volume kendaraan dan mobilitas masyarakat selama musim liburan.
Penambahan rambu tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas di Kota Salatiga yang kerap menjadi jalur lintasan wisatawan dan pemudik.
Fokus di Titik Rawan Kecelakaan dan Kepadatan
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga menjelaskan bahwa pemasangan rambu difokuskan pada ruas jalan yang selama ini rawan kecelakaan dan kepadatan, terutama di jalur utama, tanjakan dan turunan curam, persimpangan, serta kawasan dengan aktivitas lalu lintas tinggi.
“Penambahan rambu ini untuk memberikan peringatan dini kepada pengendara agar lebih waspada, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi kecelakaan,” ujarnya.
Beberapa rambu yang dipasang antara lain rambu peringatan tikungan tajam, tanjakan dan turunan, batas kecepatan, serta rambu penunjuk arah untuk mengurangi kebingungan pengendara dari luar daerah.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan Jelang Libur Akhir Tahun
Salatiga diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan volume kendaraan selama libur Nataru. Selain menjadi kota tujuan wisata, Salatiga juga merupakan jalur penghubung antarwilayah di Jawa Tengah.
Dishub menilai lonjakan kendaraan, terutama kendaraan pribadi dan bus pariwisata, perlu diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur lalu lintas yang memadai agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Dengan rambu yang jelas dan lengkap, pengendara bisa lebih tertib dan mengurangi potensi kecelakaan akibat kelalaian atau kurangnya informasi jalan,” tambahnya.

Baca juga: 4 SPPG di Salatiga Berhenti Operasional Sejak 15 Desember 2025
Sinergi Dishub dan Kepolisian
Penambahan rambu lalu lintas ini dilakukan melalui koordinasi antara Dishub Kota Salatiga dan Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga. Sinergi tersebut bertujuan memastikan penempatan rambu sesuai dengan kebutuhan lapangan dan mendukung strategi pengamanan Operasi Lilin selama Nataru.
Selain pemasangan rambu, aparat juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional jika terjadi kepadatan di titik-titik tertentu, terutama di jam-jam puncak libur.
Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Tak hanya mengandalkan rambu, Pemkot Salatiga juga mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Imbauan disampaikan melalui media sosial, spanduk, serta sosialisasi langsung agar pengendara mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan.
Pengendara diingatkan untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, menjaga kecepatan, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara.
Perhatian pada Faktor Cuaca
Faktor cuaca juga menjadi perhatian serius selama libur akhir tahun. Curah hujan yang cukup tinggi berpotensi menyebabkan jalan licin dan jarak pandang terbatas. Oleh karena itu, rambu peringatan tambahan dipasang di lokasi yang rawan genangan atau memiliki kontur jalan menurun.
Dishub mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati saat berkendara di tengah hujan dan mengurangi kecepatan, terutama pada malam hari.
Harapan Tekan Angka Kecelakaan
Dengan penambahan rambu lalu lintas dan kesiapan aparat di lapangan, Pemkot Salatiga berharap angka kecelakaan lalu lintas selama libur Nataru dapat ditekan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah menyiapkan sarana, masyarakat kami harap patuh dan waspada,” pungkas pejabat Dishub.
Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menciptakan arus lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan nyaman dan selamat.






