Apa Kabar Salatiga – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menghadiri ibadah Natal bersama di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut menjadi momen istimewa bagi umat Kristiani sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga dan merawat nilai toleransi antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran secara khusus memuji Kota Salatiga sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, yang dinilai berhasil menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Kehadiran Wapres Disambut Hangat Jemaat
Wapres Gibran tiba di lokasi ibadah dengan pengamanan ketat namun suasana tetap berlangsung hangat dan khidmat. Jemaat menyambut kehadirannya dengan antusias, menjadikan perayaan Natal tahun ini terasa lebih bermakna.
Gibran tampak berbaur dengan para jemaat, menyapa tokoh agama, serta berdialog singkat dengan warga yang hadir dalam ibadah tersebut.
Salatiga Jadi Contoh Harmoni dan Kebhinekaan
Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Salatiga dan seluruh masyarakat yang selama ini konsisten menjaga kerukunan. Ia menilai Salatiga layak menjadi contoh nasional dalam praktik toleransi dan kebhinekaan.
“Salatiga ini sering disebut sebagai kota paling toleran. Ini bukan hanya label, tapi hasil dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang saling menghormati dan menjaga persatuan,” ujar Gibran.
Toleransi Jadi Modal Pembangunan Bangsa
Menurut Gibran, toleransi bukan sekadar nilai sosial, melainkan modal penting dalam pembangunan bangsa. Kota dan daerah yang damai, rukun, serta saling menghargai perbedaan akan lebih mudah berkembang dan maju.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong seluruh daerah untuk memperkuat nilai kebangsaan dan persatuan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Jelang Nataru, Tarif Bus AKAP di Salatiga Naik 10–15 Persen
Pesan Natal: Damai, Kasih, dan Persaudaraan
Dalam momentum Natal tersebut, Wapres Gibran juga menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Ia berharap semangat Natal dapat membawa pesan damai, kasih, dan persaudaraan yang tidak hanya dirasakan oleh umat Kristiani, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.
Natal, menurutnya, menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah tantangan bangsa.
Apresiasi untuk Peran Tokoh Agama dan Masyarakat
Gibran turut mengapresiasi peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda di Salatiga yang dinilai aktif menjaga dialog lintas iman. Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga toleransi tidak lepas dari komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghormati.
“Kerukunan ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar Indonesia tetap kuat dalam keberagaman,” ujarnya.
Komitmen Pemerintah Jaga Kerukunan Nasional
Wapres memastikan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam menjaga kebebasan beragama dan beribadah bagi seluruh warga negara. Negara, kata Gibran, akan selalu hadir untuk memastikan setiap umat dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menolak segala bentuk intoleransi dan provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Salatiga, Simbol Indonesia yang Damai
Perayaan Natal bersama yang dihadiri Wapres Gibran ini menjadi simbol bahwa Salatiga bukan hanya kota yang religius, tetapi juga kota yang mampu merawat perbedaan dengan penuh kedewasaan.
Dengan semangat Natal dan toleransi yang terus dijaga, Salatiga diharapkan tetap menjadi wajah Indonesia yang damai, rukun, dan menjunjung tinggi nilai persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.






