Dior Dior Dior
Berita  

Lahan Sawah Terbatas, Wali Kota Salatiga Dorong Warga Tanam Padi di Rumah

Dior

Apa Kabar Salatiga – Keterbatasan lahan sawah di Kota Salatiga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Salatiga mendorong masyarakat untuk menanam padi secara mandiri di lingkungan rumah, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan kesadaran kemandirian pangan di wilayah perkotaan.

Ajakan ini disampaikan Wali Kota dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kegiatan pertanian perkotaan dan sosialisasi ketahanan pangan yang melibatkan warga, kelompok tani, serta organisasi masyarakat.

Dior

Tantangan Lahan Pertanian di Wilayah Perkotaan

Wali Kota Salatiga mengakui bahwa sebagai kota dengan wilayah relatif kecil, luas lahan sawah di Salatiga sangat terbatas dan terus tertekan oleh kebutuhan permukiman serta pembangunan. Kondisi ini membuat produksi padi dari sektor pertanian konvensional tidak dapat sepenuhnya bergantung pada sawah yang ada.

“Kita tidak bisa mengandalkan sawah semata. Keterbatasan lahan harus dijawab dengan inovasi dan partisipasi masyarakat,” ujar Wali Kota.

Urban Farming Jadi Solusi Alternatif

Sebagai solusi, Pemkot Salatiga mendorong penerapan urban farming, termasuk menanam padi di pekarangan rumah, halaman sempit, hingga memanfaatkan pot, ember, atau sistem tanam sederhana lainnya.

Menurut Wali Kota, menanam padi di rumah tidak hanya bernilai simbolik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga tentang pentingnya pangan dan proses produksi beras yang selama ini kerap dianggap sepele.

Lahan Sawah
Lahan Sawah

Baca juga: Heboh Penemuan Mayat Pria di Lantai 2 Pasar Raya Salatiga

Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga. Dengan menanam padi sendiri, meski dalam jumlah terbatas, warga diajak untuk lebih mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar.

Pemkot Salatiga menilai, langkah kecil seperti ini jika dilakukan secara masif dapat membangun budaya sadar pangan, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan fluktuasi harga bahan pokok.

Dukungan dan Pendampingan dari Pemkot

Pemkot Salatiga melalui dinas terkait menyatakan siap memberikan pendampingan teknis, edukasi, serta bibit padi bagi warga yang ingin mencoba menanam padi di rumah. Selain itu, penyuluhan mengenai teknik tanam, perawatan, hingga panen akan terus digencarkan.

Kelompok PKK, karang taruna, serta komunitas pertanian perkotaan juga didorong untuk menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing.

Edukasi Generasi Muda dan Lingkungan

Wali Kota menekankan bahwa program ini juga memiliki nilai edukatif bagi anak-anak dan generasi muda. Dengan melihat langsung proses menanam hingga memanen padi, generasi muda diharapkan lebih menghargai pangan dan kerja keras petani.

Selain itu, kegiatan bercocok tanam di rumah dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan produktif di tengah kawasan perkotaan.

Harapan Bangun Budaya Mandiri Pangan

Pemkot Salatiga berharap, gerakan menanam padi di rumah dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan budaya mandiri pangan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Yang terpenting bukan jumlah hasilnya, tetapi kesadaran dan semangat kemandirian pangan. Jika ini tumbuh, Salatiga akan lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkas Wali Kota.

Dior